Langsung ke konten utama

Mengapa Harus Bridge ?


Bagian I.

BELAJAR DAN BERMAIN BRIDGE

Satu hal mendasar yang berlaku di dunia pendidikan adalah prinsip " long life education " atau belajar itu sepanjang hayat dikandung badan. Peribahasa Indonesia menyatakan " berguru kepalang ajar, bagai rusa padang tak henti ". Serupa tapi tak sama. Dan pelajaran terbaik, menurut orang bijak, itu dari pengalaman. Dalam khasanah manajemen, belajar itu bukan sakadar transfer pengetahuan. Tapi juga pengalaman. Bukan hanya inovasi, tapi benchmarking. Memperbarui dari perkembangan terakhir. Setelah menyerap, menumbuhkan, mengembangkan dan memperbarui. 

*** 

Bridge atau lebih tepatnya Contract Bridge adalah cabang olahraga yang memerlukan proses belajar dalam arti sebenarnya. Ada teori dasar yang membuka wawasan, aturan baku yang harus dipatuhi dan etika yang menjadi pegangan berperilaku. Teori dasar Bridge sangat sederhana. Bagaimana cara melakukan dengan benar dan baik agar dapat mencapai tujuan berolahraga. Bisa untuk rekreasi, permainan atau prestasi. Untuk memudahkan pemahaman tentang Bridge, mari kita mulai dari tujuan rekreatif atau bersenang-senang.


Saat ini, dunia virtual yang diwakili internet, khususnya media sosial adalah tempat rekreasi yang sangat diminati oleh banyak orang karena kemajuan teknologi informasi digital. Kehadiran telepon selular pintar baik yang berbasis android maupun IOS dengan harga terjangkau, penyedia layanan internet super cepat dan banyaknya pilihan informasi yang disediakan oleh banyak pihak secara cuma-cuma membuat minat rekreatif dengan media internet sedikit banyak bergeser dari dunia nyata (visual) ke virtual. 


Cabang olahraga Bridge juga mengalami kondisi serupa. Jika sebelum dunia virtual mengalamai kamajuan pesat seperti sekarang ini, para pemain Bridge di seluruh dunia melakukan cabang olahraga otak dan rasa ini di meja  sebagaimana yang kita tahu selama ini. Para pemain Bridge saling bertatap muka secara fisik, melakukan interaksi psikologis secara langsung dan mengeksplorasi cara-cara berkomunikasi verbal seperti bercakap, meledek atau sesekali meledek di depan teman/ pasangan maupun lawan bermainnya. Versi visual atau boleh disebut tradisional ini sekarang dapat digantikan melalui situs Bridge Base Online (BBO).com.     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Penawaran Presisi

Sistem Penawaran Presisi ( Precision Bidding System ) atau sering disingkat Prec adalah sistem penawaran yang memiliki penggemar sangat banyak di Indonesia. Bahkan, dalam salah satu artikel Bert Toar Polii ditulis: Indonesia adalah Presisi ! Popularitas sistem ini terutama karena opening bid (pembukaan) 1C yang berarti punya pegangan kartu berjumlah 16HCP atau lebih. Cukup sampai disinikah sistem presisi berlaku ? Ternyata tidak. Karena itu, agar mendapatkan gambaran yang cukup lengkap tentang sistem yang berbasis distribusi ini, saya mengadopsi dari Sistem Presisi AMOX COMMUNITY yang rasanya cukup mewakili sistem presisi baku di bawah ini. 1) Penawaran Tingkat 1: OPENER RESPONDER POINTS 1 D SEGALA DISTRIB 0 – 7 1 C 1 H / S MIN 5 LEMBAR 8 – 15 16 UP 1 NT BALANCE 8 – 10 2 C / D MIN 5 LEMBAR 8 – 15 SEGALA DISTR. 2 H / S MIN 6 LEMBA...

Politik Keolahragaan Bagian II

NASIB OLAHRAGA PRESTASI DI KEBUMEN: DUKUNGAN MINI TUNTUTAN MAKSI Olahraga adalah satu cara dan media membangun karakter manusia yang berkepribadian. Jika olahraga dicampuri kepentingan lain, khususnya politik sektarian, maka segala upaya untuk mengerahkan usaha dan daya membangun karakter itu tentu akan tercemari oleh berbagai muatan yang ada dalam politik itu. Ini berbeda sangat signifikan dengan politik olahraga. Yakni pendekatan politik yang dilakukan oleh institusi politik formal, terutama pemerintah, untuk memacu pengembangan kegiatan dan prestasi olahraga. Kabupaten Kebumen memiliki potensi atlet yang selalu menyumbang medali emas di cabang olahraga judo dan gulat. Terakhir, silat menyumbang atlet nasional atas nama Dian Kristanto. Begitu juga dengan cabang tinju yang selalu melahirkan bibit-bibit baru dari tangan dingin pelatih Yos dan dukungan finansial dari pemilik toko jajanan khas “Saputra”, Hari S. Di era akhir 1990 an atau awal 2000-an, Pertina Kebumen p...

Pandangan Islam Tentang dan Manfaat Olahraga Bridge

Bridge atau Contract Bridge memakai kartu sebagai sarana utama permainan yang kini semakin mendunia dan menyebar di semua usia maupun strata sosial.  Sementara itu, ada beberapa atau kebanyakan permainan yang menggunakan jenis kartu yang sama cenderung membawa kesan negatif sebagai alat untuk berjudi.  Pada dasarnya, judi adalah perbuatan yang dilarang oleh hukum negara Indonesia dan agama (khususnya Islam). Dalam ranah hukum negara, judi atau perjuadian adalah suatu bentuk kriminalitas yang bersumber dari dua hal: niat dan kesempatan. Artinya, permainan kartu jenis apapun jika diawali dengan niat untuk berjudi, maka hal itu termasuk tindak kriminalitas dan hukumnya haram. Apalagi jika ada kesempatan atau peluang untuk melakukannya. Karena berjudi dapat dilakukan dengan sarana apapun, bukan hanya dengan media kartu. Permainan bridge adalah satu cabang olahraga otak seperti halnya catur (schaack/chess). Sportivitas (jujur dan saling menghargai) adalah asas utama. B...