Langsung ke konten utama

Bridge dan Pengembangan Kepribadian Bagian I



Permainan dengan memakai kartu biasanya bersifat individual. Kalaupun ada yang berpasangan, semisal remi buat Agustusan, itu sangat temporal dan terbatas di llingkup yang sangat kecil. Bridge (Contract Bridge) dimainkan di seluruh penjuru dunia, dari semua batasan usia dan oleh beragam strata sosial dengan aturan dan etika baku yang sama. Seorang pemain bridge dapat mengembangkan diri jika mendalami bridge dengan benar dan baik. Kepribadian seseorang, secara psikologis, dapat dibentuk melalui permainan ini.

Penulis buku ESQ yang sangat terkenal sebagai bagian dari materi latihan manajerial tingkat tinggi ( high level management training )  menjelaskan adanya beberapa hambatan dalam mengembangkan kecerdasan spiritual yakni:
1.       Prasangka (buruk) atau suudzon
2.       Prinsip-prinsip hidup (yang keliru arah)
3.      Pengalaman (traumatis)
4.      Kepentingan dan prioritas (duniawi)
5.      Sudut pandang (sempit)
6.      Pembanding (yang tak adil), dan
7.      Literatur.



Seorang teman anggota Komunitas Bridge Masuk Sekolah di Jejaring Sosial Facebook, Alfi Darmin dari Lampung, memberi saya bahan untuk menyebarluaskan dan mengembangkan olahraga melalui e mail. Materi utama yang sangat menarik perhatian saya adalah daya analisisnya yang sangat tajam dan mendalam. Berikut buah pikiran Alfi Darwin yang berkaitan dengan masalah kecerdasan yang diperlukan dalam bermain bridge:

                Substansi olahraga bridge mampu meningkatkan :
1.        Kecerdasan  Intelektual (IQ).
2.       Kecerdasan Emosional (EQ).
3.      Kecerdasan Spiritual (SQ).
4.      Kecerdasan Komunikasi (CQ).
5.      Kecerdasan lainnya (OQ).



Penjelasan masing-masing materi di atas akan coba saya lakukan secara bertahap dan sederhana dengan merujuk pada buku ESQ yang disusun Ary Ginanjar Agustian di atas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Penawaran Presisi

Sistem Penawaran Presisi ( Precision Bidding System ) atau sering disingkat Prec adalah sistem penawaran yang memiliki penggemar sangat banyak di Indonesia. Bahkan, dalam salah satu artikel Bert Toar Polii ditulis: Indonesia adalah Presisi ! Popularitas sistem ini terutama karena opening bid (pembukaan) 1C yang berarti punya pegangan kartu berjumlah 16HCP atau lebih. Cukup sampai disinikah sistem presisi berlaku ? Ternyata tidak. Karena itu, agar mendapatkan gambaran yang cukup lengkap tentang sistem yang berbasis distribusi ini, saya mengadopsi dari Sistem Presisi AMOX COMMUNITY yang rasanya cukup mewakili sistem presisi baku di bawah ini. 1) Penawaran Tingkat 1: OPENER RESPONDER POINTS 1 D SEGALA DISTRIB 0 – 7 1 C 1 H / S MIN 5 LEMBAR 8 – 15 16 UP 1 NT BALANCE 8 – 10 2 C / D MIN 5 LEMBAR 8 – 15 SEGALA DISTR. 2 H / S MIN 6 LEMBA...

Politik Keolahragaan Bagian II

NASIB OLAHRAGA PRESTASI DI KEBUMEN: DUKUNGAN MINI TUNTUTAN MAKSI Olahraga adalah satu cara dan media membangun karakter manusia yang berkepribadian. Jika olahraga dicampuri kepentingan lain, khususnya politik sektarian, maka segala upaya untuk mengerahkan usaha dan daya membangun karakter itu tentu akan tercemari oleh berbagai muatan yang ada dalam politik itu. Ini berbeda sangat signifikan dengan politik olahraga. Yakni pendekatan politik yang dilakukan oleh institusi politik formal, terutama pemerintah, untuk memacu pengembangan kegiatan dan prestasi olahraga. Kabupaten Kebumen memiliki potensi atlet yang selalu menyumbang medali emas di cabang olahraga judo dan gulat. Terakhir, silat menyumbang atlet nasional atas nama Dian Kristanto. Begitu juga dengan cabang tinju yang selalu melahirkan bibit-bibit baru dari tangan dingin pelatih Yos dan dukungan finansial dari pemilik toko jajanan khas “Saputra”, Hari S. Di era akhir 1990 an atau awal 2000-an, Pertina Kebumen p...

Pandangan Islam Tentang dan Manfaat Olahraga Bridge

Bridge atau Contract Bridge memakai kartu sebagai sarana utama permainan yang kini semakin mendunia dan menyebar di semua usia maupun strata sosial.  Sementara itu, ada beberapa atau kebanyakan permainan yang menggunakan jenis kartu yang sama cenderung membawa kesan negatif sebagai alat untuk berjudi.  Pada dasarnya, judi adalah perbuatan yang dilarang oleh hukum negara Indonesia dan agama (khususnya Islam). Dalam ranah hukum negara, judi atau perjuadian adalah suatu bentuk kriminalitas yang bersumber dari dua hal: niat dan kesempatan. Artinya, permainan kartu jenis apapun jika diawali dengan niat untuk berjudi, maka hal itu termasuk tindak kriminalitas dan hukumnya haram. Apalagi jika ada kesempatan atau peluang untuk melakukannya. Karena berjudi dapat dilakukan dengan sarana apapun, bukan hanya dengan media kartu. Permainan bridge adalah satu cabang olahraga otak seperti halnya catur (schaack/chess). Sportivitas (jujur dan saling menghargai) adalah asas utama. B...